Berita | Rabu, 30 Okt 2013 13:54
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • Total views : 910
Embed code :

Budayawan, Emha Einun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun dan Kai Kanjeng Gamelan Orchestra, menggelar pentas di halaman parkir Gereja Isa Almasih Jalan Pringgading Semarang. Keduanya tampil mulai dari pukul 19.00 sampai 23.00 Wib dalam Pagelaran Kidung Damai 3 bertema: "Membangun Kerukunan dan Keakraban antar Sesama".

Saat tampil di atas panggung, Cak Nun sempat membahas tentang salamnya yang tidak semuanya dijawab oleh penonton yang hadir malam itu. Menurutnya, jika seseorang memberi salam terlebih dulu maka kita wajib membalas salam tersebut. Mengingat Manusia diciptakan oleh Tuhan untuk saling kenal mengenal satu sama lain bukan bermusuhan.

Caknun juga menambahkan, kebudayaan Indonesia sangat kaya raya mulai dari bahasa, pakaian adat, dan seni tradisi. Untuk itu menurutnya diperlukan menejemen kebudayaan, dan politik, yang mengolah kekayaan budaya itu agar berfungsi sebagaimana mestinya. Ibarat kapas menjadi pakaian, dan besi menjadi tiang.

Ia berharap dengan peradaban yang sangat luas dan luar biasa ini Indonesia pada suatu masa akan menjadi mercusuar dari kebudayaan dunia.  Maka untuk itu, ia menegaskan agar kedamaian umat manusia harus dijaga. Karena Tuhan tidak melihat rupa, tetapi kesungguhan hati, dan ketulusannya untuk berbuat baik kepada sesama manusia.

Disela-sela ceramah, Emha Ainun Najib bersama Kiai Kanjeng Gamelan Orchesta, membawakan beberapa lagu perdamaian antar umat beragama. Ini terlihat dari lirik lagu yang ditembangkan, yang menggabungkan beberapa unsur macam agama.

Sebelumnya penonton juga dihibur oleh penampilan dari Awan X-Faktor (Ikamaba), R.M. Aloysius Budi, Kwartet Bee Voice, Tari -tarian, grup Langenswara Badrasanti, Musik Yangqin, Rebana Nur Hasanah dan Keroncong Galilea. Penampilan mereka ini menggambarkan kehidupan yang damai berdampingan satu sama lainnya meskipun berbeda agama sekalipun.

Suasana malam itu cukup ramai, dihadiri ratusan orang, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua. Bahkan, Romo, Bikhu, tokoh lintas agama pun ikut menyemarakkan acara ini.



Reporter & Kameraman: Yulianto
VO: Er Maya
Editor Video: Susiana