Berita | Jumat, 01 Mar 2013 22:29
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • Total views : 217
Embed code :

Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) berupaya mendorong para intelektual untuk bangkit membangun kesejahteraan rakyat di Indonesia. Organisasi masyarakat di lingkungan NU ini menjaring sarjana ulama untuk melakukan hal tersebut demi kemajuan negeri. Hingga kini di seluruh Indonesia sudah 27 wilayah yang membentuk kepengurusan anggota, sedangkan enam sisanya akan dilakukan dalam bulan ini.

 

 

Ketua Umum Pimpinan Pusat ISNU, Dr Ali Masykur Musa saat Rapimnas dan melantik kepengurusan ISNU Jawa Tengah di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Jumat (1/3), mengatakan, pihaknya hendak memunculkan para intelektual NU yang berada di birokrat, pengusaha, dan perguruan tinggi untuk turut aktif dalam organisasi tersebut.

 

Anggota BPK RI itu menambahkan, sampai saat ini telah ada 262 profesor, 574 doktor, dan master di ISNU, hal itu merupakan sumber kekuatan NU ke depan untuk membangun Indonesia. Hal yang dirumuskan ISNU diantaranya menyangkut, reorientasi pembangunan utamanya strategi pertumbuhan ekonomi dari sisi percepatan dan pemerataan agar lebih berkualitas.

 

Untuk kepengurusan di Jateng terpilih Bupati Wonosobo Abdul Kholiq Arif sebagai Ketua Pimpinan Wilayah ISNU Jateng. ISNU memiliki kebijakan bahwa setiap kegiatan harus dilaksanakan di perguruan tinggi di lingkungan NU. Hal ini merupakan langkah strategis untuk menjaring kader dan intelektual di sana.

Sementara itu, dalam Rapimnas I ISNU ini Unwahas mendapat kehormatan sebagai tuan rumah. Rektor Unwahas Dr Noor Achmad berharap, pada momentum dan organisasi ini dapat membangkitkan para sarjana ulama.

 

Reporter & Kameraman: Apit Yulianto

VO: Tiko

Editor Video: Apit Yulianto