Feature | Kamis, 16 Agt 2012 20:52
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • Total views : 1481
Embed code :

 

Di hari ketiga, Minggu (12/8) dari rangkaian liputan arus mudik lebaran 2012, tim suaramerdeka.tv akan mencoba melakukan pantauan arus mudik di jalur selatan Jawa Tengah tepatnya jalur Jogja-Cilacap-Cirebon (Jakarta).

 

Berangkat dari Solo, kami melewati Kartosuro. Di sini, ketiga simpul pemudik, baik itu yang dari Jogja, Semarang maupun Surabaya bertemu. Karenanya pemudik dari Yogyakarta - Semarang - Surabaya diminta untuk mewaspadai area macet yang diprediksikan akan terjadi di sini. Polres Sukoharjo mengatakan telah sepenuhnya siap untuk mengatasi hal tersebut. 

 

Arus lalu lintas ke Jogja relatif lancar, jalanan lebar dan mulus, rambu dan penerangan jalan baik. Beberapa pemudik kendaraan bermotor telah mulai nampak beberapa.

 

Dari Jogja mengarah ke Wates dan hendak menuju ke Cilacap, para pemudik dapat melalui jalur alternatif, tanpa harus melewati wilayah Kota Kebumen, Gombong, Kroya dan Purwokerto. Jalur alternatif ini dinamakan jalur Daendeles. Jarak tempuh jalur ini lebih singkat ketimbang melewati jalur Kota Kebumen. Kurang lebih dari Kutoarjo hingga Cilacap hanya memakan waktu 2 jam.

 

Pemudik akan disuguhi track yang bergelombang, tidak seluruhnya rata dan jalan yang sempit, namun masih layak dan nyaman untuk dilewati. Yang harus diwaspadai pemudik saat melalui jalur ini adalah, saat sampai di Desa Pasir dan Kecamatan Ayah, disana jalanan berliku, sempit dan curam, namun mulus.

 

Hari keempat, Senin (15/8), kami meneruskan perjalanan dari Cilacap menuju ke Cirebon. Dari Cilacap utara dan mengarah Wangon -Majenang - Dayehluhur - hingga perbatasan Jateng - Jabar, jalan yang berkelok-kelok serta bergelombang, naik turun dengan tikungan-tikungan yang curam, merupakan faktor yang membuat jalanan ini penuh titik rawan kecelakaan. Belum lagi disekeliling hanya ada perbukitan dan hutan sehingga rawan kejahatan.

 

Kurangnya penerangan dan terminal pengisian bahan bakar juga harus diwaspadai oleh pemudik yang akan melintasi daerah ini.

 

Tampak para pemudik telah ramai berlalu lalang sepanjang jalan tersebut. Beragam pemudik yang menggunakan sarana transportasi motor maupun mobil dari daerah yang beragam pula. Diprediksi pada H-3 merupakan puncak kepadatan di jalur ini oleh pemudik.

 

Sampai di perbatasan Jabar, yaitu di Kota Banjar hingga ke Kuningan dan Cirebon, lalu lintas terpatau masih lengang. 

 

Reporter: tim suaramerdeka.tv

dubber: tiko

editor: zaenal