Berita | Kamis, 12 Jul 2012 14:08
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • Total views : 850
Embed code :

Perkembangan UMKM di Jawa Tengah saat ini tumbuh pesat. Provinsi ini memiliki jumlah debitur terbesar di Indonesia yang mencapai 1.494.581 usaha, atau 23,17% dari total debitur kredit usaha rakyat (KUR) secara nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jateng dan DIY, Joni Swastanto mengatakan, perkembangan penyaluran KUR oleh perbankan Jateng meningkat baik dari plafon kredit yang disediakan, realisasi penarikan (baki debet), jumlah debitur yang memperoleh pembiayaan, serta non performing loan (NPL) yang relatif rendah. Bank Indonesia mencatat, kinerja penyaluran KUR di wilayah ini hingga Mei 2012 untuk plafon kredit tercatat Rp 11,2 triliun, dengan baki debet Rp 4,4 triliun, dan rasio NPL 2,47%.

Hal itu disampaikan Joni saat menjadi narasumber dalam seminar wirausaha Memacu Perekonomian Melalui Sektor UMKM yang diselenggarakan oleh Warek Semarang dan HIPMI Jateng di Hotel Novotel, Rabu (11/7).

Dalam seminar itu juga menampilkan narasumber yaitu pemilik Lia Galeri Darwito dan Kabid Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Eko Heru Putranto.

Secara sektoral, KUR terbesar disalurkan ke sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 71%, sektor jasa dunia usaha 10,7%, dan sektor pertanian 5,3%. Sementara itu penyaluran kredit UMKM oleh perbankan di provinsi ini sampai dengan Mei 2012 naik 19,9% dari periode yang sama di 2011. Pada Mei 2012 kredit yang tersalurkan mencapai Rp 53,5 triliun, sedang Mei 2011 sebesar Rp 44,6 triliun.

Porsi kredit UMKM mencapai 38,09% dari total kredit perbankan pada Mei 2012. Porsi kredit UMKM di bank umum sebesar 36,99% dari total kredit bank umum sebesar Rp 47,867 triliun, dan porsi kredit UMKM di BPR sebesar 50,97% dari total kredit BPR Rp 5,069 triliun.


Reporter & Kameraman: Yulianto
Dubber: Vallen
Editor Video: Susiana