Feature | Rabu, 28 Mar 2012 05:50
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • Total views : 3150
Embed code :

Teriknya Mentari di pantai tak menyurutkan semangat anak-anak pesisir Pulau Lombok untuk berkumpul. Mengitari sebuah kapal yang bersandar, mereka antusias mendengarkan cerita pendongeng Putri Soehendro. Beralaskan pasir pantai Labuan Haji, Lombok Timur dan desir angin sepoi-sepoi pantai, sejenak menghanyutkan mereka akan alur cerita yang mengajarkan pendidikan moral, etika serta memberi penyemangat dan motivasi kepada mereka.

Sebuah kisah kodok yang tak masuk sekolah, hingga semangat anak ayam yang bersusah payah belajar berkokok, cerita-cerita itu meluncur dari bibir Putri, panggilan akrab Putri Soehendro. Pendongeng kawakan asal Jakarta tersebut, menggambarkan lewat gerak mimik dan tubuh secara apik, alur ceritanya pun banyak memotivasi anak-anak Lombok.

Sekitar 150 anak terdiri dari 7 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Lombok, antusias mengikutinya, Jumat (23/3). Mereka juga terlihat berinteraksi dengan pendongeng yang memancing, melalui gerak boneka tangan yang dimainkan.

Sesekali candaan Putri juga menyela cerita disambut gelak tawa riang anak-anak. Riuh tepuk tangan juga loncat girang mereka juga kerap menghiasi di sepanjang cerita.

Selain membacakan dongeng tepi pantai, kegiatan yang merupakan mitra dari Taman Bacaan Anak Lebah (TBAL), prakarsa dari Vera Makki seorang Business Communicator dan praktisi Public Relations dari Jakarta ini juga melakukan bantuan buku-buku cerita kepada anak-anak PAUD. Sebanyak 150 buku dari para donatur program "Satu Buku Satu Saudara" dibagikan kepada mereka.

Menurut Vera, dalam kegiatan Satu Buku Satu Saudara, donatur diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan anak penerima buku melalui sebuah surat yang diselipkan di lembar buku.
Dalam surat tersebut, pemberi buku dapat menuliskan nama, alamat bahkan foto diri serta menuangkan pesan singkat untuk anak penerima buku harapan mereka.

Namun Vera tidak dengan mudah menerima buku dari para donatur yang peduli. Dia mempunyai sebuah kriteria khusus bagi buku yang akan disumbangkan, yaitu buku cerita bergambar yang tak terlalu tebal, sehingga anak tidak terlalu jenuh membacanya. Selain itu kualitas isi buku juga sangat menjadi perhatian khusus baginya, dengan mengedepankan buku yang dapat menginspirasi, memberikan panutan, pendidikan etika dan moral terhadap anak.

Vera berharap, kegiatan ini mampu membangun masa depan anak-anak Indonesia menjadi lebih baik, terutama yang berdomisili di wilayah Indonesia bagian Timur, dengan membangun kebiasaan membaca buku sejak usia dini.

Reporter & Kameraman: Maulana M Fahmi
Dubber: Diantika PW
Editor Video: Arief