Feature | Jumat, 13 Jan 2012 16:05
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • Total views : 3024
Embed code :

Iseng, itulah kali pertamanya Samuel Enggar Sudrajat (41 tahun), atau yang akrab disapa Enggar menekuni hobinya membuat miniatur mobil. Ditemui di balai pendopo di dekat rumahnya, di jalan Lamongan II no 8 Sampangan, Semarang, Enggar membagi kisah inspiratifnya.

Awalnya Enggar hanya diminta anaknya untuk dibuatkan prakarya sekolah. Enggar lalu mencoba memanfaatkan barang-barang bekas, dan mengolahnya menjadi sesuatu yang memiliki nilai seni.

Tepatnya, pada bulan November 2011, Enggar lalu mulai menekuni secara serius hobi membuat handmade miniatur mobil ini.  Hanya melalui kabar dari mulut ke mulut, karya Enggar pun mulai dilirik dan diminati banyak kalangan. Penggemar karyanya berasal dari kota-kota besar di Indonesia, diantaranya, Bandung, Surabaya, Pekalongan juga Semarang.

Untuk membuat sebuah miniatur mobil pesanan, Enggar biasanya mendapatkan detail gambarnya melalui browsing di Internet.
Sementara dalam pengerjaannya, Enggar mendapatkannya dari bahan-bahan recycle.

Sudah lebih dari 20 karya miniatur yang dihasilkan seorang Enggar. Karya pertamanya, adalah sebuah jip tentara warna hijau dengan skala 1 : 22. Ia juga pernah membuat miniatur figur grandpa penyuka musik blues membawa gitar, dan diorama itu kini dipajang di salah satu cafe terkenal di kota Semarang.

Enggar sengaja ingin memanfaatkan barang-barang bekas pakai. Biasanya ia mendapatkannya dari CD box, spons dan sebagian mika. Bahkan, beberapa dari miniatur yang dibuatnya juga memanfaatkan tutup botol air mineral, stik es krim juga risleting bekas.

Mengingat 80 persen miniatur mobil bikinan Enggar terbuat dari bahan plastik, Enggar mengecatnya dengan campuran cat yang bisa menempel pada bahan plastik. Untuk merakit miniaturnya, Enggar cukup hanya mengandalkan pisau, cutter, pinset dan lem sebagai perekat.

Dalam proses pengerjaannya, Enggar mengaku hanya membutuhkan waktu dua hingga satu minggu saja. Namun, itu semua tergantung dari tingkat kesulitannya. Semakin detail, maka pengerjaannya pun bisa memakan waktu hingga berhari-hari.

Enggar tidak membanderol tinggi untuk karya miniaturnya. Baginya adalah sebuah kepuasan bisa menciptakan sesuatu yang berguna dan bernilai seni tinggi, meski itu hanya dihasilkan dari barang-barang bekas pakai. Salut Enggar! 085290990009


Reporter & Kameraman: Er Maya
Dubber: Er Maya
Editor Video: Susiana