Feature | Jumat, 13 Jan 2012 07:39
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • Total views : 17379
Embed code :

Sore menjelang petang setiap harinya, bertempat di atas jembatan Kali Asin Kelurahan Tanjung Mas Semarang, persisnya di ruas jalan arteri Yos Sudarso, terlihat banyak para pemburu ikan.

Mereka bukan memancing atau menjaring sebagaimana lazimnya, tapi menembak ikan-ikan itu dengan menggunakan senapan angin. Para pemburu ikan ini menamakan dirinya sebagai "Semarang Fish Sniper" karena memang hobinya menembak ikan-ikan.

Ikan-ikan itu berasal dari payau-payau tak jauh dari Kali Asin, antara lain ikan blanak, gabus, nila, mujahir, bahkan bawal dan lele. Para sniper ini menunggu dengan sabar ikan-ikan yang berkelebat atau muncul di permukaan air.

Peralatan yang dipakai hanya senapan angin yang telah dimodifikasi dengan tambahan senar dan jarum paku. Cara membidiknya cukup sederhana, begitu ikan berkelebat, ditariklah pemicu dan melesat pula jarum ke ikan sasaran.

Para sniper biasanya menunggu saat air pasang, ketika ikan-ikan terseret arus air laut. Para pemburu menengarai ikan dalam keadaan mabuk, karena biasanya ikan-ikan itu hidup di payau yang tawar. Tapi begitu terkena air laut yang mengandung garam, ikan-ikan lalu menjadi lunglai.

Jika musim air surut, yang mereka dapatkan adalah ikan blanak kecil-kecil. Tapi jika musim pasang, ikan-ikan besar pernah ditembaknya. Jumanto, salah seorang sniper bahkan pernah menangkap lele dengan berat 15 kg dan Sumarno menangkap kakap dengan barat 7 kg.

Anehnya, para pemburu ikan ini hanya sebagai hobi saja, bukan pekerjaan utama. Dengan mendapatkan satu ekor ikan saja, rasanya bangga dan bahagia.

Reporter & Kameraman: Bambang Isti
Dubber: Gesti Arma
Editor Video: Arief