Feature | Selasa, 03 Jan 2012 22:37
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • Total views : 1504
Embed code :

Memasuki bulan Januari, musim buah durian sudah hampir berakhir. Tapi sejumlah petani dan pemilik lahan durian mengaku masih melayani para penebas dengan harga yang cukup tinggi di kebun durian miliknya.

Salah satu tempat yang menjadi sentra buah durian adalah Desa Lerep, di Kecamatan Ungaran Barat.

Lerep adalah satu kawasan yang banyak memiliki petani atau pemilik kebun durian. Terlebih lagi, pada hampir setiap rumah penduduk di desa ini, setidaknya tumbuh satu atau dua pohon durian. Belum lagi para petani yang memiliki kebun durian yang luasnya berhektar-hektar.

Para penebas, biasanya membeli sebagian atau keseluruhan pohon yang mulai berbuah. Harga sekali borong sesuai dengan kuantitas produksi pohonnya. Seorang penebas, mengaku membeli dari petani rata-rata Rp 10 ribu atau Rp 15 ribu per buah. Lalu mereka menjualnya kembali pada pedagang buah dengan harga di atas itu.

Penentuan harga terakhir ada di para pedagang buah yang menjual durian dari harga sekitar Rp 20 ribu sampai 40 ribu per buah atau 4 buah sekaligus dengan harga sekitar Rp 125 ribu.

Panen raya buah durian yang berlangsung pada awal bulan Desember 2011 lalu membuat harga durian sempat tinggi. Sesuai dengan hukum ekonomi, semakin banyak permintaan akan semakin tinggi pula harga durian.

Untuk menyambut berakhirnya musim panen raya ini, di Kelurahan Mangunsari Gunungpati, juga marak para penjual durian yang menjual dagangannya. Mereka mengaku, durian Gunungpati lebih baik kualitasnya karena matang di pohon, dan bukan karena diunduh sebelum masanya.

Reporter & Kameraman: Bambang Isti
Dubber: Diantika PW
Editor Video: Arief