Perupa asal Milan, Italia, Marco Cassani menggelar pameran tunggal seni rupa dengan tajuk "White Mud Babes" di Galeri Semarang, kawasan Kota Lama. Pameran yang dikuratori Rifky Effendy tersebut mulai dibuka untuk umum yakni dari tanggal 17-30 Desember 2011.
Pameran yang menampilkan seni rupa dan seni instalasi tersebut mengusung tema-tema yang krusial yang melanda Indonesia. Seperti politik, prostitusi, korupsi, agama bahkan permasalahan lumpur lapindo yang tak kunjung usai pun disinggung dalam pameran tersebut. Anehnya segala permasalahan tersebut disembunyikan secara rapi di dalam potret sosok wanita seksi.
Lukisan yang dipamerkan ini terbilang unik, sebab untuk melukisnya ia menggunakan media cat minyak tapi teknik tanpa kuas. Ia pun menggoreskan cat minyak ke kanvas dengan menggunakan ujung bolpoin bekas, sehingga membentuk pola titik atau dot, dan menghasilkan tekstur yang dapat diraba. Terlebih lagi dalam lukisan karya perupa yang sejak tahun 2009 tinggal di Ubud, Bali itu cenderung menerapkan warna-warna yang diadaptasi layar komputer atau elemen pixel.
Ya, jika dapat dibilang lukisan tersebut pun mengusung teknik pixel dan optis dimensional, jadi karya lukisan Marco tidak dapat dilihat melalui sisi depan saja. Namun harus menggerakan tubuh ke samping kiri, agar terlihat jelas apa yang tersembunyi dari karya Marco. Teknik tersebut telah digeluti Marco selama 10 tahun.
Ketika ditemui seusai pembukaan pameran, Sabtu malam (17/12) Marco Cassani menjelaskan, pameran ini merupakan pameran tunggalnya yang kedua dengan pendekatan pada persoalan yang khusus. Ia mengaku, pameran ini merupakan suatu cara untuk mengungkapkan pandangannya tentang Indonesia beserta masalah-masalah yang ada di dalamnya.
Reporter & Kameraman: Apit Yulianto
Dubber: Gesti Arma
Editor Video: Apit Yulianto
-
Senin, 06 Feb 2012 08:02
-
Senin, 26 Mar 2012 04:10
-
Selasa, 07 Feb 2012 09:19
-
Senin, 19 Des 2011 01:57
-
Jumat, 30 Mar 2012 23:06














