Feature | Senin, 09 Mei 2011 01:14
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • Total views : 1945
Embed code :

Aneka makanan dan jajanan tradisional khas Kota Semarang yang disajikan Grand Candi Hotel di Pasar Senggol, Sabtu (7/5),mampu memuaskan pengunjung yang rindu masakan kampung halaman. Mengangkat tema Semarak Batik, pasar sambung Jawa ini sudah kali kesepuluh digelar. Dengan tema-tema sebelumnya seperti Imlek, Pecinan, Ngabuburit, dan Tempo Doeloe.

 

Dari aneka kerajinan hingga kuliner disajikan di Kafe Flamboyan, Grand Candi Hotel. Public Relation Officer Grand Candi Intan Purwaning mengatakan, pasar senggol kali ini digelar sekaligus memeringati HUT Kota Semarang ke-464 dan diharapkan bisa mengangkat citra pariwisata Semarang.

 

Ada 16 stan kerajinan UKM yang memeriahkan acara ini, stand-stand tersebut mewakili kecamatan yang ada di Kota Semarang. Kain batik, tas, baju, dan benda kuno dijual pada stand-stand UKM tersebut. Dengan membayar Rp 35.000 per orang, pengunjung bisa menikmati 25 jenis makanan dan minuman tradisional. Diantaranya petis kangkung, gandos rangin, wingko babat, nasi ayam, jamu, soto semarangan ataupun es cancau.

 

Peragaan fashion show dari Totok Shahak Modelling School turut memeriahkan pagelaran pasar senggol tersebut. Dalam kesempatan itu juga Wali Kota Soemarmo HS mengucapkan terima kasih terhadap Grand Candi Hotel karena turut mempromosikan Kota Semarang.

 

Mahasiswa IKIP PGRI dan juga karyawan freelance, Erista, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam pasar senggol. Dia juga tak canggung melayani pengunjung yang berminat mengonsumsi jamu gendong. Sedangkan Mahardika salah seorang pengunjung berharap event tersebut agar sering digelar, agar aneka makanan tradisional lebih dikenal masyarakat.

 

Reporter & Kameraman: Apit Yulianto

Dubber: Lina

Editor Video: Apit Yulianto